…. jejakku, cintaku ….

The Divine Message of the DNA

Dalam setiap training-training motivasi, sering kita mendengar tentang “positive thinking”, “energi positif” atau jika kita berpikir bisa, maka kita pasti bisa !. Jadi sebenarnya benarkah pikiran bisa mempengaruhi keberhasilan? Hm…ternyata …that’s right…hasil riset secara ilmiah menunjukkan bahwa pikiran positif mempengaruhi nyalanya gen-gen positif yang mungkin gen-gen tersebut awalnya dalam keadaan dorman atau tidak aktif, yang tentu saja akan mempengaruhi mekanisme kerja tubuh kita sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Penjelasan lebih detail tentang hal ini bisa dibaca di dalam buku “The Divine Message of the DNA” karya Kazuo Murakami, Ph.D (ahli genetika Jepang terkemuka, pemenang Max Planck Research Award (1990) dan Japan Academy Prize (1996), dan merupakan salah satu buku favorit saya karena bercerita tentang bidang yang saya tekuni, genetika, dan pengalaman Kazuo sendiri sebagai seorang peneliti yang mengedepankan selalu berpikir positif apapun yang terjadi. Kalo dulu ketika masih menjadi guru SDIT bacaan ringan wajibnya adalah ”Totto Chan”, maka ketika sekarang menapaki dunia penelitian, saya menyarankan kepada para peneliti pemula, inilah bacaan ringan yang harus di baca.

Bukti bahwa terdapat gen-gen dorman (padam) yang baru akan nyala (aktif) jika dirangsang oleh pikiran dan lingkungan adalah hasil penelitian Francois Jacob dan Jacques Monod, dua orang ilmuwan yang bekerja di Institut Pasteur di Paris. Meeka menemukan sebuah fungsi yang mirip dengan tombol nyala padam saat bereksperimen dengan E. coli, bakteri yang biasa hidup di dalam usus.

Bakteri E. coli pada umumnya mengkonsumsi glukosa. Dalam lingkungan yang memiliki baik laktosa maupun glukosa, bakteri ini hanya akan memilih glukosa. Dalam eksperimen tersebut,bakteri ini sama sekali tidak bereaksi terhadap laktosa saat zat tersebut diberikan bersamaan dengan glukosa. Dalam langkah berikutnya mereka hanya diberi laktosa. Pada awalnya bakteri-bakteri tersebut tidak makan apapun, namun dalam waktu singkat, mereka mulai mengkonsumsi laktosa dan mulai berkembang biak.

Bagi seorang awam hal ini mungkin wajar, namun bagi ilmuwan ini adalah pencerahan. Dari eksperimen tersebut, Jacob dan Monod berharap dapat menentukan apakah kemampuan mencerna laktosa baru didapat setelah bakteri-bakteri tersebut mulai menerima laktosa atau sudah ada sejak awal. Setelah penyelidikan yang mendalam, mereka menyimpulkan bahwa kemampuan tersebut telah ada sejak awal dan bukan didapat belakangan. Dengan kata lain, bakteri E.coli paa dasarnya telah memiliki kemampuan untuk memproduksi enzim pengurai laktosa (lactase). Bila glukosa ditemukan alam lingkungan itu, maka gen yang memproduksi enzim tersebut pun dipadamkan, namun saat hanya laktosa yang tersedia maka bakteri tersebut harus mencernanya agar dapat bertahan hidup, dan gen tersebut diaktifkan. Maka ini bukanlah sebuah kemampuan yang sebelumnya tidak ada lalu muncul secara spontan, melainkan sebuah kemampuan yang memang sudah ada tetapi dalam keadaan dorman (padam).

Fakta bahwa beberapa kemampuan tertentu tidak muncul secara spontan melainkan tersimpan secara laten di dalam gen kita adalah sebuah penemuan yang revolusioner. Untuk menjelaskan fenomena ini, Jacob dan Monod mengajukan sebuah hipotesis bahwa ada gen struktural yang membentuk protein dan gen regulator yang menyalakan atau memadamkan gen tersebut, yang kemudian dikenal  dengan teori operon….untuk lebih jelasnya silakan baca bukunya.

Jadi jangan jadikan bakat sebagai alasan untuk tidak menjadi apa yang kita mau. Siapa bilang penulis berangkat dari bakat, siapa bilang bicara di depan umum berangkat dari bakat, siapa bilang jadi politisi berangkat dari bakat, siapa bilang jadi pengusaha berangkat dari bakat. Jika kita mau, ternyata kita punya kesempatan yang sama untuk mengaktifkan gen-gen yang mungkin masih dorman, dan hanya kita sendiri yang mampu mengaktifkannya. Ingat !!! Allah memberi modal berupa potensi dan waktu yang sama untuk kita, yang membuat beda hasilnya adalah bagaimana kita mengelola modal itu. Terlepas apapun kekurangan kita sebagai manusia, ternyata Allah juga menciptakan kelebihan tertentu untuk kita, dan seperti kata Harun Yahya, tak ada satupun yang kebetulan di dunia ini, termasuk ketika Allah menciptakan setiap kita dengan keunikannya masing-masing. Selamat berjuang untuk menunjukkan siapa dirimu di hadapan dunia. CAYO !!!

Tinggalkan komentar