…. jejakku, cintaku ….

Kami tak akan pernah DIAM!!!

Saya setuju jika diam adalah emas, tapi TIDAK untuk ketidak adilan, keserakahan, kesewenang-wenangan dan pelecehan terhadap hukum Allah.

 

Ketika melihat kejahiliyahan di Mekah, apakah Rasul diam? TIDAK !!! dengan dakwah Rasul dan para sahabat membangun kekuatan untuk meruntuhkan kejahiliyahan dan menggantikannya dengan kemuliaan Islam. Semua aturan dan hukum ala manusia digantikan dengan hukum yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah. Mereka tak henti berdakwah dan berjihad menyampaikan yang haq, merubah pemikiran umat dan mengantarkan mereka menuju izzul islam wal muslimin, kemuliaan untuk Islam dan kaum muslimin dan tentu saja, rahmat bagi seluruh alam, baik muslim maupun non muslim.

 

Apakah nurani kita tidak terketuk ketika melihat pencuri semangka dihukum, pencuri ayam yang dipukuli, pencuri tiga biji kakao yang renta yang kesemuanya karena kelaparan di proses di pengadilan sedangkan yang menilep 6,7 Triliun atas nama rakyat, membawa kabur 25 M, dan korupsi ratusan juta rupiah bisa mempermainkan hukum?

 

Apakah kita tidak tersentuh melihat para pedagang kecil yang mencoba menjemput rizky dengan kemampuannya tergusur oleh kekuatan modal dengan hipermarket megahnya, selalu menjadi korban banjir karena pembalakan liar tanpa henti oleh oknum yang tersistematis, tak mampu mengenyam pendidikan formal karena hilangnya peran negara, tak mampu menjalani pengobatan dan menderita gizi buruk karena mahalnya biaya pengobatan, manjalarnya seks bebas yang semakin difasilitasi dengan kampanye pemakaian kondom, tersiksanya para TKI karena tak mendapat perlindungan yang cukup dari negara, sebagai akibat sektor ekonomi real yang tak tersentuh, aset yang seharusnya dikelola untuk dikembalikan ke rakyat baik itu hutan, listrik, air, tambang dan minyak bumi justru diserahkan dengan begitu mudahnya ke asing, riba yang semakin menjauhkan keberkahan sebuah negeri digunakan sebagai penyangga sistem ekonominya?

 

Jika kita tidak lantang mengoreksi penguasa, tidak lantang menyerukan perubahan dan tidak bergerak untuk merubah pemikiran umat dan mengajaknya menuju tatanan kehidupan yang lebih baik, apakah semua akan berubah? Bukankah Allah hanya akan merubah keadaan suatu kaum jika kaum itu sendiri yang berusaha merubahnya? Apakah dulu kekuasaan ada di tangan Rasul dan para khalifah setelahnya dengan sendirinya? TIDAK !!! Semua melalui perjuangan, semua membutuhkan pengorbanan entah itu tenaga, waktu, pikiran, harta bahkan nyawa !!!

 

Atau tak terpikirkah jika banyak saudara kita sesama muslim yang tertindas luar biasa? Tak miriskah kita melihat penderitaan saudara kita di Palestina, Afghanistan, Chechnya, Kashmir, Irak, Xing Jiang, Moro, Bosnia, dan belahan bumi lainnya? Tak terdengarkah teriakan lantang mereka ”Kaum muslimiiiin, saudaraku, dimanakah kau berada?…..Kami butuh bantuanmu untuk melepaskan penindasan ini….”, bukankah umat Islam itu satu tubuh?! Kita juga akan berteriak seperti itu jika kita berada disana, jangankan untuk makan, berdoa saja mereka harus waspada dengan bunyi senapan dan dentuman peluru !!!

 

Jika negeri-negeri muslim tidak bersatu, sampai kapan penderitaan mereka akan berakhir? Israel bukannya tak bisa dikalahkan, tapi jika negeri-negeri muslim justru merelakan pangkalan militernya untuk pendukung Israel dan antek-anteknya, maka wajar jika sampai kapanpun tanah Palestina dan negeri muslim lainnya akan tetap terjajah !!!

 

Ya, saya setuju jika kita harus membenahi diri sendiri dulu, tapi menunggu hingga diri sendiri benar itu tak akan pernah bisa, karena kita tak akan pernah sempurna !!! Saya juga setuju kita harus memulai dari yang kecil, tapi hanya fokus pada yang kecil tanpa pernah berpikir besar kita tak akan pernah bisa berubah !!! Saya setuju jika kita tak boleh hanya bicara, tapi tanpa pernah berbicara maka kebenaran ini tak akan tersampaikan, semangat ini tak akan tertularkan dan perubahan ini tak akan pernah terjadi !!!.

 

Jika dengan kekayaan dan kekuasaan menjadikan kita enggan bergerak, maka malulah kepada Nabi Sulaiman as. Di dunia ini, dialah yang paling kaya dan berkuasa, bukan hanya atas manusia tapi juga atas jin. Namun semua juga tahu bahwa Nabi Sulaiman as adalah ahli ibadah dan menjadikan dakwah sebagai aktivitas utamanya.

 

Jika karena kefakiran dan kemiskinan menjadikan kita enggan bergerak, maka malulah kita kepada Nabi Isa as yang hidup dalam kebersahajaan, tidak punya harta, rumah bahkan istri. Namun kita pun paham bahwa nabi Isa adalah ahli ibadah dan menjadikan dakwah sebagai poros hidupnya.

 

Jika menjadi seorang buruh, pelayan dan orang yang terdzolimi menjadikan kita enggan bergerak, maka malulah kepada Nabi Yusuf as yang pernah dipenjara sekian lama dan berada dalam kungkungan kekuasaan penguasa pada zamannya. Namun Nabi Yusuf tetap ahli ibadah dan tak pernah meninggalkan dakwah.

 

Jika karena penderitaan lahir dan batin menjadikan kita enggan bergerak, maka malulah kepada Nabi Ayyub as yang bertahun-tahun diuji oleh Allah dengan penyakit yang sangat parah dan merepotkan dirinya, tapi toh tidak menghalangi untuk taat pada Allah serta berdakwah dan berjihad di jalanNya.

 

Ah, mereka kan para nabi?!!…Tapi bukankah mereka bisa kita jadikan panutan, karena mereka manusia bukan malaikat. Bukankah kutlah dakwah Rasulullah juga terdiri dari orang kaya, penguasa, orang miskin, budak, anak-anak, perempuan, orang tua, orang cacat, pemuda dan sahabat dari berbagai kalangan ?!!!

 

Janji Allah memang pasti, tapi kami tak ingin jadi penonton, kami ingin tergabung dalam orang-orang yang memperjuangkannya, karena untuk itulah kami hidup, untuk kemuliaan kaum muslimin, dan untuk Allah dan RasulNya, InsyaAllah…

 

Maka akan selalu aku dan kawan-kawan katakan, bahwa KAMI TAK AKAN PERNAH DIAM!!! Hingga dakwah ini dimenangkan olehNya, InsyaAllah……

 

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada.  Lalu  Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada.  Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada.  Lalu  Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.  Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” Beliau kemudian diam.

(HR Ahmad dan al-Bazar).

.

Ya Allah,

Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepadaMu,

Telah berjumpa dalam taat kepadaMu,

Telah bersatu dalam dakwah kepadaMu

Dan telah berpadu dalam membela syariatMu

Ya Allah,

Kokohkanlah ikatannya, Kekalkanlah cintanya, Tunjukilah jalan-jalannya

Penuhi hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar

Lapangkanlah dada2 kami dengan limpahan keimanan dan keindahan tawakal kepadaMu

Nyalakanlah hati kami dengan ma’rifat kepadaMu

Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu

Sesungguhnya,

Engkaulah sebaik-baik pelindung dan penolong

Amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s