…. jejakku, cintaku ….

Be Responsible!

ilmu

Saya sadar, sebagai manusia kadang tak luput dari kekhilafan dan kekurangan. Pun dengan aktivitas menulis di dunia maya, walaupun sekedar copy paste dari artikel orang lain. Namun, ketika landasan yang kita bangun adalah menyampaikan kebenaran, maka kita pun harus terus mawas diri, karena kadangkala, penafsiran orang ketika membaca tulisan kita terbelok pada pemahaman yang ‘kurang pas’, kalo tidak dikatakan keluar jalur dari yang diharapkan.

Pernahkah kita berpikir bahwa, satu saja tulisan atau copy paste artikel kita publish di blog/sosial media, bisa membawa ratusan orang membaca dan menshare artikel kita di banyak tempat, dan dampaknya bisa membawa ratusan orang tadi pada bentuk multitafsir yang biasanya karena ‘sumber bacaan’ lain yang kurang, atau ‘membaca secara sekilas’ saja.

Ya, saya pernah menghapus beberapa artikel copy paste di blog ini, karena walaupun sebenarnya ada manfaat yang bisa diambil, namun ternyata hal tersebut justru memicu perdebatan di dunia maya yang tak berujung. Dan beberapa artikel tersebut saya sadari masih ada kekurangan dibalik beberapa analisanya, sehingga akan lebih bijak jika saya menghapusnya  sebagai bentuk kecil tanggungjawab pribadi, karena telah menambah daftar panjang ‘polemik’ di dunia maya. Sekalipun mungkin ‘telanjur’ telah menjadi perantara terbukanya mata rantai ‘perdebatan sengit’ di kancah dunia online, yang pastinya berdampak pada kehidupan offliner. Contoh tersebut salah satunya pada artikel ‘Be a Smart Patient’  yang akhirnya pada akhir artikel saya tambahkan pernyataan klarifikasi dari penulis aslinya.

Saya pikir, membaca, menulis, dan mendengar memang tak akan pernah bisa terpisahkan. Tanpa membaca, saya yakin tulisan kita hanya akan menjadi ‘kosong’ tanpa ilmu. Tanpa menulis, saya yakin apa yang kita pahami mungkin hanya mampu menjangkau pada radius sekian meter jauhnya, kalau tidak bisa dikatakan hanya diri kita yang tahu. Dan yang pasti, tanpa mendengar, apapun yang kita baca dan kita tulis tak akan bisa ‘bermetamorpose’ menjadi lebih baik lagi.

Siapapun kita, entah penulis, entah pembaca, entah  ‘penshare’, entah ‘pengkritik’, c’mon guys!… be responsible! Karena apapun akan kita pertanggungjawabkan di hadapanNya kelak…

Al Haqqu mirrabbikum, falaa takunnana minal mumtariin….

One response

  1. ya, ya, ya… sepakat. Sebuah tindakan itu tak bisa diparsialkan akibatnya. Namun tak bijak pula bilamana kita hanya menilai parsial juga. Artinya, jangan menilai sebelum mendiskusikan dulu dengan “pelaku” tersebut. Trims idenya…

    Maret 7, 2013 pukul 14:41

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s