…. jejakku, cintaku ….

Menempatkan Rasa Cinta

Cinta dan benci adalah rasa yang dianugerahkan Allah SWT kepada manusia. Maka seperti halnya rasa benci, rasa cinta juga harus ditempatkan sesuai dengan perintah Allah. Dalam QS. At-Taubah Allah berfirman,

Katakanlah : “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya, “ dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik (TQS. At-Taubah (9) : 24).

Dalam ayat tersebut jelas sekali tersirat bahwa cinta kita kepada keluarga, istri, suami, anak, jangan sampai mengalahkan cinta kita kepada Allah. Maka ketika kita mencintai mereka, cinta itu harus diarahkan untuk mentaati Allah dan RasulNya, menyambut seruanNya dan berlomba-lomba menuju ampunan dan surgaNya.

Ketika bicara cinta antara dua manusia, maka cinta antara Rasulullah dan Khadijah adalah gambaran yang utuh, cinta yang tak terbingkai nafsu semata, cinta yang dibangun semata-mata hanya meraih keridloan Allah. Rasullullah menikahi Khadijah bukan karena kedudukannya, bukan pula karena harta dan kecantikannya, sekalipun Khadijah memiliki itu semua. Rasulullah memperistrinya, karena melihat Khadijah adalah sosok yang mampu menyokong dakwah dan perjuangannya. Lihatlah ketika Khadijah mendampingi Rasulullah, dia mampu menjadi pendukung utama dakwah Rasul, dengan harta dan jiwanya, sepenuh hati. Menjadi sandaran Rasulullah saat orang-orang Quraisy Makkah memusuhi dan menghinanya. Menjadi hiburan teristimewa saat Rasul membutuhkannya, dan melahirkan generasi pejuang yang mampu menjadi aset akhiratnya.

Atau bagaimana kisah Ibrahim alaihissalam dan Hajar. Rasa cinta kepada Allah, membuat mereka ridlo dengan apapun ketetapan Allah, sekalipun Ibrahim as. harus meninggalkan Hajar dan Ismail di tengah padang pasir, meninggalkan istri dan anak yang tentu saja sangat dicintainya. Tapi lagi-lagi, cinta kepada Allahlah yang harus ditempatkan pada letak yang tertinggi.

Bagaimana lagi dengan kisah suami istri Yasir dan Sumayyah. Dua pasangan syahid pertama yang rela disiksa demi mempertahankan  akidahnya. Suami istri yang menyadari bahwa hidup hanyalah dipersembahkan untuk Allah dan RasulNya, maka ikatan cinta yang mereka bangun adalah ikatan yang berlandaskan  ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Rela menanggung derita, rela mengorbankan apapun yang dimilikinya, rela melepaskan waktu berdua, ketika Allah dan RasulNya memintanya.

Saya jadi teringat kisah para sahabat di Uzbekistan. Ketika para suami mereka mendapat siksaan dari rezim Islam Karimov karena memutuskan tetap memilih berdakwah dan memperjuangkan ditegakkannya hukum-hukum Allah di muka bumi, sang istri bukannya lari meninggalkannya, tapi memberi dukungan yang luar biasa. Mereka mengatakan, “Jika kau melepaskan jalan dakwah ini, sungguh kau tak pantas menjadikanku istrimu”. Subhanallah, semoga kelak aku sanggup menjadi istri seperti itu ya Allah. Amin

Kisah-kisah yang luar biasa. Cinta mereka dipersembahkan hanya untuk Allah dan RasulNya, bukan hanya sekedar untuk melampiaskan nafsu dan kesenangan pada pasangan kita. Sungguh kisah cinta sejati yang agung dan suci, cinta yang sudah tentu mendapat keridloanNya, kisah cinta yang akan Allah tempatkan di surgaNya kelak. Sangat jauh berbeda dengan kisahnya Romeo dan Juliet, Sam Pek Eng Tay, Tittanic, Cinderella, Laila Majnun dan kisah-kisah fiksi lain yang digembar-gemborkan sebagai cinta sejati, nyatanya hanyalah kisah sampah yang melenakan para generasi kita. Wallahualam.

Iklan

One response

  1. mulyadi sopyan

    assalamualaikum,mohon iji share,..

    Oktober 17, 2010 pukul 15:03

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s