…. jejakku, cintaku ….

Untuk para Ibunda…

Pernah suatu ketika ada seorang bapak yang mengeluh kepada Amirul Mukminin Umar bin Khaththab ra mengenai anaknya yang durhaka. Orang itu mengatakan bahwa putranya selalu berkata kasar kepadanya dan seringkali memukulnya. Maka Umar ra pun memanggil anak itu dan memarahinya,

“Celaka engkau! Tidakkah engkau tahu bahwa durhaka kepada orangtua adalah dosa besar yang mengundang murka Allah?” bentak Umar ra

“Tunggu dulu wahai Amirul Mukminin, jangan tergesa-gesa menghardikku. Jikalau memang seorang ayah memiliki hak terhadap anaknya, bukankah si anak juga punya hak terhadap ayahnya?” Tanya si anak

“Benar” jawab Umar ra

“Lantas, apakah hak anak terhadap ayahnya tadi?” lanjut si anak

“Ada tiga” jawab Umar ra, “Pertama, hendaklah ia memilih calon ibu yang baik bagi putranya. Kedua, hedaklah Ia menamainya dengan nama yang baik. Dan Ketiga, hendaknya Ia mengajarinya menghafal Al-Qur’an”

Maka si Anak mengatakan, “Ketahuilah wahai Amirul Mukminin, ayahku tak pernah melakukan satupun dari tiga hal tersebut. Ia tidak memilih calon Ibu yang baik bagiku, setelah aku lahirpun ayah menamaiku Ju’al (sejenis kumbang yang selalu bergumul dengan kotoran hewan) dan Ia tak pernah mengajariku menghapal Al-Qur’an walau seayat!”

“Pergi sana! Kaulah yang mendurhakainya sewaktu kecil, pantas kalau Ia durhaka kepadamu sekarang!” bentak Umar kepada ayahnya…

…..

Kisah diatas saya kutip dari buku “Ibunda Para Ulama” karangan Sufyan bin Fuad Baswedan. Kisah yang seharusnya menyadarkan kita bahwa peran di belakang layar lah yang akan mengantarkan cerita yang sesungguhnya. Banyak generasi hebat yang tercatat dalam sejarah, tapi jarang ada yang mengungkap siapa sosok yang berperan besar dalam membentuk karakter kehebatannya. Ya, dialah para Ibunda…

Jika dunia tak mengenal sosok namanya, yang tertutupi oleh kehebatan buah hatinya, maka Ia tak pernah luput dari catatan Yang Maha Kuasa. Maka jangan dikira, sekalipun hanya dirumah saja ternyata perannya jauh lebih hebat dari apapun juga. Melahirkan seorang pejuang jauh lebih hebat dari seorang direktur utama sekalipun, mendidik calon pemimpin andal jauh lebih berharga dari jabatan tertinggi sekalipun, membina generasi idaman jauh lebih menguras tenaga dari perkerjaan apapun di dunia ini.

Wahai Ibu dimanapun berada, semoga kelak tak akan pernah kita dapati anak kita menuntut hak yang tak pernah sekalipun kita tunaikan…. Astaghfirullahhaladziim wa atuubu ilaih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s