…. jejakku, cintaku ….

Bercermin pada Shahabiyat r.a

Inilah sosok para Shahabiyat yang layak dijadikan teladan untuk para muslimah. Mereka adalah sosok istri sholehah yang mendukung dakwah dan perjuangan suami, pencetak generasi unggulan berjiwa pemimpin, pengemban dakwah tangguh di masyarakat dan memiliki ilmu yang bemanfaat.

.

1. Khadijah binti Khuwailid. r.a

Sebagai istri seorang Rasululullah, Khadijah tahu betul apa yang akan dihadapi Rasul dengan dakwahnya. Tapi Ia mampu mendukung dengan segenap harta, raga dan jiwanya untuk menjadi pendukung dakwah suami. Ketika Rasul menerima wahyu pertama di Gua Hira, beliau pulang dengan keadaan terguncang dan gemetaran, lalu menyelimuti Rasulullah hingga ketakutan itu reda. Mendengar Rasulullah yang ketakutan, lalu Khadijah berkata dengan kata-kata yang sungguh membuat Rasulullah menjadi tenang,

“Sama sekali tidak. Demi Allah, Allah tidak akan menelantarkan engkau, karena engkau suka menyambung hubungan kekerabatan, membawakan beban, memberi orang yang tidak punya, menjamu tamu dan menolong orang yang melakukan kebaikan

.

2. Sumayyah binti Khubath r.a

Dia adalah salah perempuan yang pertama masuk Islam, dan di saat mendapatkan siksaan karena keislamannya, Sumayyah beserta Yasir dan Ammar bin Yasir tetap teguh dan ikhlas. Ketika Rasulullah lewat di depan mereka dan memintanya untuk bersabar, Sumayyah berkata

Sesungguhnya aku telah melihatnya (surga) dengan jelas wahai Rasulullah

Hingga akhirnya Abu Jahal menusukkan tombak ke tubuhnya sampai meninggal dunia sebagai syahidah yang pertama.

.

3. Asma binti Abu Bakar r.a

Dalam situasi genting dan dalam kondisi hamil besar, Asma mengirimkan makanan di Gua Tsur, tempat persembunyian Rasulullah dan Abu Bakar, dengan berjalan di depan kambing-kambingnya untuk menghapus jejak langkahnya, agar tidak tercium orang-orang kafir.

Putranya, Abdullah bin Zubair ketika diangkat menjadi Khalifah setelah Yazid bin Muawiyah meninggal, pernah menemui sang ibu untuk bermusyawarah. Putranya meminta pendapat Asma apa yang harus dilakukan, ketika menghadapi kekuatan musuh yang sangat besar, sedangkan banyak pasukannya yang membelot, maka Asma berkata,

Terserah kepadamu, Abdullah! Bukankah engkau sendiri yang tahu dengan dirimu? Jika engkau yakin bahwa engkau mempertahankan yang haq dan mengajak pada kebenaran, maka teguhlah seperti para prajuritmu yang telah gugur dalam mengibarkan benderamu! Akan tetapi, jika engkau menginginkan kemewahan dunia, sudah tentu engkau seorang anak laki-laki yang pengecut, engkau mencelakakan diri sendiri dan menjual murah harga kepahlawananmu selama ini, Nak!”

.

4. Khaulah binti Malik bin Tsa’labah r.a

Khaulah adalah seorang perempuan yang fasih berbicara dan indah bahasanya. Ia pernah berani menegur seorang khalifah Umar bin Khattab tentang pembatasan mahar bagi perempuan, karena menyalahi ketentuan Allah. Ia mengatakan dengan membacakan ayat Al-Qur’an QS. An-Nisa :20, hingga Umar menyadari kekeliruannya dan berkata,

Perempuan ini benar dan Umar salah

.

5. Fatimah az Zahra r.a

Kehidupan Fatimah diwarnai kesederhanaan, namun bertabur berkah dan cahaya karena ketakutannya kepada Allah. Dialah yang selalu membersihkan luka sang ayah setiap kali mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari orang-orang kafir, pun ketika Rasulullah kembali dari jihad. Fatimah juga menjadi pembawa logistik makanan dan minuman bersama kaum perempuan lainnya untuk keperluan jihad, tanpa mengabaikan perannya sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya.

.

6. Aisyah binti Abu bakar r.a

Aisyah sangat dikenal dengan kecerdasan dan ketinggian ilmunya, tempat bertanya para shahabat dan shahabiyah, perawi 2.210 hadist dengan kecemerlangan hafalannya. Ia adalah perempuan yang murah hati dan dermawan. Aisyah juga sangat tangguh dalam berjihad. Ia pernah mengangkut air di pundaknya saat perang Uhud bagi para mujahidin saat masih berusia 11 tahun, pun saat perang Khandaq.

Masih banyak kisah para shahabiyat yang layak dijadikan teladan para muslimah, sosok yang menunjukkan ketegaran hidup, perjuangan suci dan keikhlasan dalam menerapkan segala aturanNya….adakah artis idola kalian seperti mereka? Lalu mengapa masih kalian jadikan panutan, wahai para muslimah….

.

Sumber : Revisi Politik Perempuan, oleh Najmah Saidah dan Husnul Khatimah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s