…. jejakku, cintaku ….

Saat Sejarah ditangan Orang yang Salah

Manusia memang bisa salah, tapi manusia juga mampu berpikir apakah kesalahannya merugikan diri sendiri saja, merugikan segelintir orang atau merugikan begitu banyak orang. Berpikirlah, saat kau menuduh orang lain adalah pencuri tanpa terbukti, hingga membuat kalap siapapun yang mendengar, bahkan membakar sang tertuduh tanpa ampun, maka saat kau mengakui seluruh kesalahanmu, tak akan membuat jasadnya bangkit kembali.

Berpikirlah, saat kau menyebarkan kebohongan, hingga semua orang mengikuti semua kebohongan itu, maka kesalahanmu tak sekedar kebohongan dari mulutmu, tapi juga seberapa banyak yang terjerumuskan karena ucapanmu.

Sejarah, sungguh menakutkan jika berada di tangan orang yang salah. Penyelamat bisa disematkan pemberontak, lawan bisa dianggap kawan dan pahlawan, korban pun bisa dianggap tersangka, dan sebaliknya, tersangka pun bisa dianggap korban!

Pejuang Syariah dan Khilafah dengan dakwah pemikirannnya bisa dianggap teroris, penjual aset bangsa tanpa sisa bisa dianggap nasionalis, pembuat makar bisa dianggap penyelamat bangsa dan aktivitas jihad melawan kedzaliman kaum kuffar bisa dianggap pembunuh berdarah dingin!

Musuh-musuh Allah tak henti-hentinya membuat makar, tapi yakinlah, Allah akan membalas makar mereka, dan Allahlah sebaik-baik pembuat makar. Kebenaran laksana air mengalir, semakin ia dihambat, semakin cepat ia menemukan celah untuk mengalirkannya ke segala arah, hingga kebohongan akan kembali kepada mulut-mulut mereka.

Pejuang yang benar, belum tentu yang dielu-elukan media dan pemerintah, belum tentu yang mendapatkan penghargaan dari orang-orang asing. Dan bertahanlah, kau tidak serta merta salah ketika setiap orang menghujat setiap pemikiranmu, ketika pemerintah menghambat gerak langkahmu, dan ketika sejarah menutup rapat-rapat kebenaran yang ada padamu.

Bertahanlah, tak ada perjuangan yang tanpa pengorbanan, tapi juga tak ada perjuangan yang sia-sia. Kelak, Allah akan memperlihatkan sekat antara yang haq dan yang batil, ketika Allah merasa penderitaan para pejuangNya sudah maksimal dan upaya mencari pertolongan untuk melepaskan diri dari kedzaliman sudah pada kadar yang seharusnya. Bukankah pertolongan Allah jauh lebih dekat dari urat leher kita?

Wahai musuh Allah dan RasulNya, ketahuilah, kami mengenalmu lebih dari yang kau tahu, dan makar-makarmu membuat benih-benih perjuangan ini akan terus bersemi… tak terhenti…hingga maut menepi….

Allahuakbar!

One response

  1. Allahuakbar!

    Mei 26, 2011 pukul 22:08

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s