…. jejakku, cintaku ….

28 at 28

3 Bulan jelang 28

.
Seseorang berniat mengetuk pintu hatiku, setelah seminggu sebelumnya kubiarkan jejak seseorang berlalu.

.
“Dia hanya seorang hamba Allah yang berniat menggenapkan separuh dien, tak ada yang istimewa menurut kacamata manusia, tapi semoga ada yang istimewa di mata Allah. Bagaimana, apa kamu mau mencoba mengenalinya?”

.

Sebuah prolog dari seseorang yang selama ini menjadi sahabat diskusiku.
Sebelum aku menjawabnya, aku ingat malam-malam yang kulalui yang tak lepas dari doa, semoga Allah mempertemukan aku dengan seseorang yang sama-sama ingin berjuang di jalanNya dalam sebuah ikatan agung pernikahan.

Lalu aku berpikir, jangan-jangan ini jawaban dari Nya, kemudian aku mengangguk pelan,

.
“InsyaAllah, jika ini dari Allah, saya yakin Dia lah yang akan memudahkannya” sahutku kala itu.

.
Akhirnya proses kami jalani. Kami berdiskusi mulai tentang diri, tentang keluarga, tentang masa depan dan harapan. Sebuah diskusi yang selalu kulewati dalam setiap prosesku, selain menentukan waktu pertemuan. Dan ya, tak ada sesuatupun pada dirinya yang menarik hatiku saat itu, selain informasi dari seorang kawan, dia orang yang ulet dan tekun. Hanya itu. Saat berjumpa pun, aku masih belum menemukan, hal apa yang bisa menarik hatiku untuk menerimanya. Aku masih gamang, hingga aku meminta waktu sebulan sebelum memberi jawaban. Sebulan, waktu yang kulalui untuk memohon kepadaNya, agar jawaban yang kuberikan adalah bukan hawa nafsu semata, tapi benar-benar karena Allah.

.
Akhirnya sebulan berlalu. Namun sebelum aku memberikan keputusan, kulontarkan beberapa pertanyaan kepadanya, berkaitan dengan pekerjaanku saat itu. Dan jawaban darinya, semoga bisa semakin memantapkan keputusanku. Saat itu kutanyakan padanya via email :

Assalamualaikum wr wb,
Afwan, ada beberapa hal yang sebenarnya saya ingin tahu bagaimana jawaban/tanggapan antum berkaitan hal berikut ini. Karena buat saya jawaban antum menunjukkan tingkat “ke qawwam man” suami saya nantinya. Bukannya apa-apa, saya cuma tidak pengen, jawaban-jawaban yang diberikan hanya “mengejar target”, tapi sebuah perenungan dan solusi seutuhnya bahwa itu benar-benar sebuah pernyataan sikap yang menunjukkan prinsip hidup sebagai seorang muslim, dan tentu saja sebagai pemimpin rumah tangga nantinya. Itulah makanya mengapa waktu itu saya bilang “Mohon tidak dijawab sekarang, silakan dipertimbangakan” , tidak lain karena saya ingin jawaban yang benar-benar bisa meyakinkan dan menguatkan pilihan saya.
Dan ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan berkaitan dengan pekerjaan saya, bagaimana tanggapan antum, apa yang akan antum lakukan jika kelak :

.
1. Saya tetap diharuskan bekerja, dan jika memutuskan keluar saya harus mengganti sekian gaji dan tunjangan selama saya bekerja, apa yang antum sarankan untuk saya?

.
2. Jika saya memilih untuk keluar dan menggantinya, apa upaya yang antum lakukan?

.
3. Perlu diingat jika pekerjaan saya kadang mengharuskan keluar rumah hingga beberapa minggu, jika kelak ini terjadi bagaimana? Atau setelah kita memiliki anak bagaimana?

.
4. Jika antum tetap mengijinkan saya bekerja, sampai kapan dan sampai kondisi yang seperti apa?
Mungkin itu saja, saya mohon jawablah dengan meminta petunjukNya. Jazakallahu khoiron katsir.

Wassalamualaikum wr. Wb

Dan dia meminta waktu sebulan untuk memberikan jawaban.

.
2 bulan jelang 28.

Akhirnya sebuah jawaban masuk ke emailku. Sebuah jawaban yang cukup membuatku lega, bahwa dia tak bisa menjanjikan apapun, hanya memberiku sebuah tawaran kerjasama yang cukup indah. Saat itu singkatnya ia mengatakan,

Ukhti, saat ini saya baru merintis usaha peternakan dengan hasil yang belum seberapa. Jika dikalkulasikan dengan matematika manusia, mungkin setahun ini belum mampu untuk membantu Ukhti mengakhiri pekerjaan jika harus mengganti sekian tahun yang sudah Ukhti terima. Tapi InsyaAllah, tujuan saya menikahi Ukhti adalah karena Ukhti kelak bisa menjadi Ibu dari anak-anak saya, yang tak akan pernah saya biarkan untuk melalaikan mereka. Untuk itu, saya ingin kita bekerjasama, dukung, doakan dan semangati saya, maka saya akan menjadikan tangan dan kaki kita memiliki potensi tiga kali lipat dari sekarang, dengan kekuatanNya, kemurahanNya dan keridloanNya. Afwan jiddan, tak ada alasan saya untuk memaksa Ukhti menerima saya. Jika Ukhti merasa yakin karena PetunjukNya, semoga Allah memudahkan kita berdua. Namun jika Ukhti merasa saya bukan orang yang tepat, saya yakin Allah jua yang akan menyingkapnya.

Jawaban sederhana, namun bermakna buat saya. Tak ada janji muluk, tak ada kata-kata gombal dan tak ada rasa pesimis. Dan saat itu, inilah jawabanku,…

Jazakallah atas jawabannya. Jujur, saya tidak menginginkan jawaban yang sempurna, yang saya butuhkan hanya kejujuran, keteguhan prinsip, dan kebulatan tekad yang semuanya bersandar kepadaNya. InsyaAllah, jawaban saya hanya karena Allah. Saya menerima antum, sekalipun belum ada sesuatu yang menarik hati saya pada diri antum, seolah-olah lisan ini Allah lah yang menggerakkan untuk mengatakan “Ya, InsyaAllah, saya menerima antum”. Mungkin saat ini yang tampak di mata saya adalah kekurangan antum, dan saya yakin ada begitu banyak kelebihan yang Allah berikan pada diri antum, yang kelak Allah pula yang akan membukanya untuk saya. Pun demikian dengan saya. Mungkin saat ini yang tampak di mata antum adalah kelebihan saya, dan saya yakin, ada banyak kekurangan yang Allah tutupi, dan kelak saya sendirilah yang akan menyingkapnya, hingga antum menyadari bahwa kebijaksanaan antum lah yang akan mampu mengatasi segala keterbatasan dan kekurangan saya. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah membuka segala tabir yang ada. Semoga ini akan menjadi langkah awal yang diridloiNya untuk bersama-sama menggapai jannahNya. Amin ya Rabb…

.

1 bulan jelang 28

.
Dia datang bersama keluarga untuk melamarku. Tak banyak rencana, tak banyak kata. Hanya sebuah permintaan sederhana dari orang tua, dan sebuah kesepakatan tentang hari H…

.
28 Januari 2011

.
Bulan ini tepat usiaku yang ke 28, dan hari ke 28 di bulan ini, adalah hari dimana aku menggenapkan separuh dienku….

.
Ya Allah,
Andai Kau berkenan, limpahkanlah rasa cinta kepada kami,
Yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah Al Qubro
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang
Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra
Yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci.

.
Ya Allah,
Andai semua itu tak layak bagi kami,
Maka cukupkanlah permohonan kami dengan ridlo-Mu
Jadikanlah kami Suami & Istri yang saling mencintai di kala dekat,
Saling menjaga kehormatan dikala jauh,
Saling menghibur dikala duka,
Saling mengingatkan dikala bahagia,
Saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan,
Serta saling menyempurnakan dalam peribadatan.

.
Ya Allah,
Sempurnakanlah kebahagiaan kami
Dengan menjadikan perkawinan kami ini sebagai ibadah kepada-Mu
Dan bukti ketaatan kami kepada sunnah Rasul-Mu.

Amin

.
Ya Allah…
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru [di jalan]-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.

Ya Allah…
Abadikan kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada Mudammad SAW, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya.

Ya Allah…
Hari ini, dua hamba-Mu yang dhaif mematri janji dalam Mitsaqan Ghaliza di hadapan kebesaran-Mu. Kami tahu tidak mudah untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan ridha dan maghfirah-Mu. Kami tahu, amat berat bagi kami untuk mengayuh perahu rumah tangga kami menghadapi taufan godaan di hadapan kami. Karena itulah, kami datang memohon rahman dan rahim-Mu.

Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang lebih Engkau anugerahi kenikmatan, bukan-nya jalan orang-orang yang Engkau timpai kemurkaan, bukan pula jalan orang-orang yang Engkau tenggelam dalam kesesatan. Sinarilah hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu.

Terangilah jalan kami dengan sinar taufik-Mu. Kalau Engkau berkenan menganugerahkan nikmat-Mu atas kami, bantulah kami untuk banyak berdzikir dan bersyukur atas nikmat-Mu itu. Hindari kami dari orang-orang yang terlena dalam kemewahan dunia. Lembutkan hati kami untuk merasakan curahan rahmat-Mu.

Ya Allah…
Indahkanlah rumah kami dengan kalimat-kalimat-Mu yang suci. Suburkanlah kami dengan keturunan yang membesarkan asma-Mu. Penuhi kami dengan amal shaleh yang Engkau ridhai. Jadikan mereka Yaa…Allah teladan yang baik bagi manusia.

Ya Allah…
Damaikanlah pertengkaran di antara kami, pertautkan hati kami, dan tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan kepada cahaya. Jauhkan kami dari kejelekan yang tampak dan tersembunyi.

Ya Allah…
Berkatilah pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, suami/isteri kami, keturunan kami dan ampunilah kami.

Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Amiin…

Iklan

7 responses

  1. Laki-laki Biasa

    Duuh.. terharu jadinya nih.
    Semoga semua dilancarkan dan dimudahkan ALLAH SWT. Gak banyak kata yg bisa saya ucapkan untuk kamu.. semoga semua yg terbaik hadir untuk kamu dan keluarga baru kamu, aamiin ya Rabb..

    Selamat milad..
    Selamat menempuh hidup baru, bersama keluarga baru.. 🙂
    I’m happy for you.. 🙂

    Januari 28, 2011 pukul 10:44

  2. Barokallah…
    Aku speechless…
    *ngelap pipi*
    *Hugs

    Januari 29, 2011 pukul 05:23

  3. amiiin…

    barakalaah say…

    ** peluk cium dari jau..

    Februari 1, 2011 pukul 11:58

  4. aamiin.. ya rabbal ‘alamiin.. tanteeeeeee… muamuamuaa.. salam u/ tante, om.. makasiih..
    barakallah..

    Februari 1, 2011 pukul 23:19

  5. amin…amin ya rabbal alamin..
    semoga menjadi keluarga yang sakinah
    mawaddah dan warahmah..
    aku doain yang terbaik ya 🙂

    Februari 14, 2011 pukul 13:11

  6. ririn

    baru sempat baca padahal udah lama pengen. kisah yg bikin haru n memotivasi. smoga aq cepat menyusulmu n smoga prosesnya tetap dibalut keimanan juga keikhlasan, amiin. Doaku tuk tari “barokallahulaki wa baroka ilaiki wa jamaa bainakuma fil khoir”

    Maret 16, 2011 pukul 17:24

  7. justida

    untunglah aku bukan jodohmu les, pertanyaanmu nggawe ngelu! he2

    Maret 21, 2011 pukul 09:00

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s