…. jejakku, cintaku ….

Surat Ibnul Khattab untuk Anaknya

“Sesungguhnya sejarah Islam tidak akan menggoreskan tintanya kecuali untuk para lelaki yang jujur kepada Allah dan kepada siapa saja yang menyertainya, mempraktekkan kata-katanya, dan maju dibarisan depan.”

Percayalah anakku…..
Dulu harta & dunia menyibukkanku dengan profesi dan gaji. Tetapi aku tetap yakin bahwa pahala disisi Allah jauh lebih baik dari semua ini.

Percayalah kepadaku anakku……
Sejauh mana seseorang memiliki tekad dan tujuan dalam hidupnya, sejauh itu pulalah ia diberi rezeki dan taufik. Sementara permasalahan-permasalahan hidup tidak akan pernah habis pada masalah pekerjaan, kendaraan, istri, anak dan tempat tinggal.

Percayalah padaku…..
Kematian adalah seni yang bisa diatur, mengenai dimana dan kapan kematian itu terjadi, hanya saja ilmunya ada disisi Allah. Kejarlah kematian, niscaya engkau akan meraih kehidupan. Yakin dan berbaik sangkalah kepada Allah.

Anakku….
Engkau akan mati sendirian, tinggal dikubur sendirian, dan akan dibangkitkan sendirian. Padahal jalan yang harus kau tempuh begitu panjang, sedangkan bekal kita sedikit. Maka, berbekallah dengan taqwa dan jihad dijalan Allah. Sebab jihad adalah kemuliaan di dunia dan akhirat.

Buah hatiku……
Kamu memang masih kecil. Tetapi kami telah merintis jalan buatmu dan manusia-manusia seusiamu. Kami telah menyiapkan dan memberikan pelajaran kepada kalian tentang apa yang tidak diberikan kakek-kakek kalian kepada kami. Maka tinggallah harapan umat ini ditumpukan kepada generasi kalian. Ketika kami nanti sudah tua, harapan kami hanya kepada Allah, setelah itu kepada kalian.

Penyejuk mataku……
Alhamdulillah, karena engkau dilahirkan dibumi peperangan. Desa Ibumu dihancurkan. Mereka membela agama dan kehormatan sampai titik penghabisan. Sebagian dari mereka keluar berperang bersama ayahmu untuk melancarkan pembalasan, dan sebagian lagi harus mengenyam pahitnya penjara dan mati terkubur dibawah tanah. Mereka adalah syuhada….Insya Allah. Saat itu, kau masih dalam perut ibumu. Pesawat-pesawat tempur membumihanguskan bumi dan manusia yang ada diatasnya. Pujilah Allah, karena engkau sudah mendengar suara peluru dan rudal ketika engkau masih diperut ibumu. Dan kaupun ikut bersama Ibumu yang harus lari dari tempat satu ketempat yang lain.

Anakku Komandanku……..
Aku tidak tahu apakah kita nanti akan bersama-sama dalam medan pertempuran. Mimpiku adalah engkau menjadi komandanku dan aku menjadi prajuritmu, yang tugasnya memberi minum pasukan lain yang haus serta mengobati yang terluka. Sebab pada saat itu aku sudah pasti menjadi tua dan lemah. Atau barangkali engkau akan sendirian karena aku terkubur dibawah tanah . Maka inilah nasehat seorang prajurit untuk komandannya.
.

“Jadilah sedekah jariyah bagi ayahmu, dan anak sholeh yang mendoakanku, wahai anakku. Sebab tidak ada lagi, setelah kematian bagi seorang hamba selain itu. Sebagaimana disabdakan oleh manusia pilihan, Muhammada SAW”.
.

Demikianlah. tak lupa aku memohon kepada Allah, agar senantiasa menjagamu, sehingga engkau menjadi orang yang berkhidmat buat agama ini dimanapun berada, memberikan anugrah agungnya kepadamu, tidak memberi kesempatan musuh-musuh Allah untuk menangkapmu, tidak melebihkan keutamaan dan pemberianNya kepada orang lain diatas yang diberikan olehNya kepadamu dan memberi kepadamu rezeki berupa kesyahidan dijalanNya , Sehingga engkau bisa memberi syafaat buat ayahmu, ibumu, dan orang-orang beriman.

Semoga Allah membekalimu dengan ilmu dan kekuatan untuk menghadapi orang-orang kafir.
.

Allahu Akbar…….

*Kutipan sebagian surat Asy Syahid Ibnul Khatab (mujahidin afghan & checnya) kepada anaknya yang berumur 3 tahun)*

Iklan

3 responses

  1. Herizal Alwi

    Nice words
    🙂

    Desember 7, 2011 pukul 23:36

  2. Subhanallah sebuah pesan yang luarbiasa…ijin share…

    Desember 17, 2011 pukul 09:45

  3. Abdullah

    Maha Besar Allah!!!
    الله أكبر!!!

    Mei 15, 2013 pukul 01:22

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s