…. jejakku, cintaku ….

Hirarki Cinta

Allah menjadikanku ada. Allah memberiku kehidupan hingga aku bisa menikmati pesona dunia. Bukankah nafas ini mampu berhembus karenaNya? Bukankah limpahan oksigen diberikanNya secara cuma-cuma? Lalu diberikannya aku kemudahan untuk melangkah, untuk menatap setiap jiwa, untuk menggenggam seluruh asa, untuk menikmati apapun yang kusuka, bahkan di setiap bencana pun selalu ada kasihNya, bahkan di setiap kemaraupun selalu ada butir sayangNya, bahkan disetiap rinai hujanpun selalu ada rahmatNya, bahkan disetiap air matakupun selalu ada ampunanNya. Dan aku, yang selalu meminta… dan lebih sering melupakanNya… Dan DIA, yang selalu memberi…. dan tak pernah meninggalkan walau sedetik….

Rasulullah yang sekian hidupnya tanpa lelah menerima coba, hanya untuk mengemban risalahNya. Dia yang selalu menanggung derita demi umatnya, demi dien yang memanusiakan manusia, demi cahaya yang kelak menerangi gelapnya dunia, demi ideologi yang membangkitkan taraf berfikir manusia, dan demi keselamatan setiap jiwa hingga menghadap di pengadilanNya. Yang diintimidasi para kafir Quraisy, yang difitnah para penguasa keji Makkah, yang dilempari batu dan kotoran saat berdakwah, yang dihina oleh setiap musuh yang ditemuinya, yang diboikot hingga kelaparan mendera, yang selalu dituduh tukang sihir, penyair dan orang gila, yang setiap pembesar selalu bersengkokol untuk membunuhnya! Dan aku telah tertunjuki oleh dien yang dibawaNya dengan penuh kepayahan… tapi aku jarang bershalawat dan malas meneruskan perjuangannya… bahkan ajarannya pun kupinggirkan… dan sunnahnya kuabaikan…

Ayah dan Ibuku yang membuatku menjadi lebih istimewa. Aku bertumbuh karena kasih sayangnya, aku percaya diri karena perhatiannya, aku terdidik karena ajarannya, aku kuat karena tempaannya, aku sehat karena penjagaannya dan aku bangkit karena nasehatnya. Saat aku kecil tak sekejap pun aku meninggalkannya, karena aku butuh mereka…. tapi saat aku dewasa dan sudah merasa tahu segalanya, seringnya aku tak peduli lagi dengan mereka…

Lalu datang laki-laki muda yang menggoda, yang mungkin baru kukenal di sekolah, yang mungkin baru kemarin menyapaku di jejaring dunia maya, yang mungkin baru beberapa hari yang lalu bertemu di tempat yang tak terduga. Tapi ternyata gejolak nafsuku mengalahkan segalanya, meminggirkan akal sehat yang telah dikaruniakanNya, menepikan ajaran Rasulullah yang telah dibawanya dengan susah payah, dan melupakan kebanggaan dan harapan terbesar orang tua. Laki-laki yang tak berperan sedikitpun untuk kehidupanku sejak ruh ditiupkan, laki-laki yang tak sekalipun menunjukiku jalan kebenaran, dan laki-laki yang belum pernah memberiku kasih sayang utuh sejak lahir dari kandungan….

Tapi ternyata, kepada laki-laki itulah seluruh cintaku, hidupku, dan segala apa yang kumiliki kuberikan…

Allah? entah dimana saat itu….

Rasulullah? Aku hanya ingat saat hari kelahiran beliau diperingati….

Orangtua? Bukankah aku bukan balita lagi?

Dan laki-laki itu… yang tak memberiku apa-apa… membutakanku akan arti cinta yang sesungguhnya…

***

Dan sungguh luar biasa, begitu banyak wanita yang memuja laki-laki idamannya melebihi Allah dan RasulNya ….

3 responses

  1. dan biasanya, setelah kita dikecewakan oleh laki-laki pujaan itu, barulah kita mengingat Allah dan RasulNya (saya pernah demikian )

    Juli 19, 2011 pukul 16:43

    • Anita

      semoga kita semua tidak seperti itu. Amin

      Juni 8, 2012 pukul 16:21

  2. vidy

    Super sekali. Subhanalloh! semakin membuat saya tersadar.

    Juni 30, 2013 pukul 09:24

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s