…. jejakku, cintaku ….

Belajar dari Jejak Kisah

1. Kisah kimono pembawa sial

Di bulan Februari 1957, sebuah upacara kecil dilakukan di kota Tokyo untuk menolak bala. Dalam upacara kecil itu seorang pendeta bermaksud membakar kimono yang dianggap pembawa sial. Kimono tersebut telah dimiliki oleh 3 orang anak perempuan yang semuanya meninggal sebelum sempat mengenakannya.

Upacara ini tidak akan terekam dalam sejarah bila tidak ada buntutnya. Saat kimono tersebut di bakar, angin kencang berembus dan api menyebar ikut melahap kuil tempat upacara dilakukan. Tidak berhenti disitu, api ikut menghancurkan hampir ¾ bagian kota Tokyo. Tercatat 300 kuil ikut terbakar, 500 bangunan besar, 9000 toko, dan 61 jembatan. Korban dalam kebakaran tersebut mencapai sekitar 100.000 orang. Semua karena kimono yang dianggap pembawa sial

.

2. Kisah Napoleon

Napoleon Bonaparte, saat berperang di Timur Tengah tahun 1799 bermaksud akan melepaskan 1200 tentara Turki yang berhasil ditawan Perancis, ketika Perancis berhasil merebut Jaffa. Saat itu Napoleon sedang terserang influenza.

Saat menginspeksi pasukan, Napoleon terserang batuk berat, ia mengatakan “Ma sacre toux” (batuk sialan). Ketika mengatakan itu Perwira pendamping Napoleon merasa sang jenderal mengatakan “Massacrez Tous” (bunuh semua). Akibatnya seluruh 1200 tawanan Turki itu dibunuh, hanya karena batuk sang jenderal

.

3. Cerita tentang sebuah nama

Raja Ptolomeus II yang memerintah Mesir dari masa 285-246 SM memiliki nama asli Philadephus yang berarti penyayang saudara, namun semasa hidupnya dia telah membunuh kedua saudara laki-lakinya.

Penerusnya, ternyata tidak lebih baik….

Raja Ptolomeus IV yang memerintah Mesir dari masa 221-203 SM memiliki nama asli Philopator yang berarti penyayang ayah, namun semasa hidupnya dia telah membunuh ayahnya.

.

4. Cerita Fernande Olivier

Fernande Olivier, telah hidup bersama pelukis Pablo Picasco selama 7 tahun (1904-1911) dan ingin menikah dengannya. Namun sebelum hal itu dapat terlaksana ia harus resmi bercerai dulu dengan suaminya. Di sinilah kesulitan timbul, karena sang suami tidak jelas berada di mana. Bertahun-tahun dia mencari suaminya untuk menuntaskan perceraiannya agar ia dapat menikah dengan Picasco. Hingga pertengahan 1940-an Fernande Olivier menemukan bahwa suaminya telah meninggal, dia menemukan suaminya meninggal 40 tahun lalu saat Fernande Olivier pertama kali bertemu dengan Picasco.

Sumber : e-book private library oleh Andy Muzaki dari motivasi_net@yahoogroups.com

__________________________________________________________

Apa yang bisa anda ambil dari ke-4 fakta di atas?

Be positif thingking with your life, karena Allah mengikuti prasangka hambaNya jadi jangan biarkan pikiran buruk menghantui hidup anda. Cari tahu dan pahami betul perintah yang anda dapatkan (terutama perintah Allah) agar anda tidak salah mengambil kesimpulan. Jaga nama baik anda, karena sekali anda kehilangannya anda akan kesulitan mendapatkannya kembali, dan Allah akan mempertemukan kitadengan seseorang yang tepat di saat yang tepat.

*Belajarlah dari beribu jejak kisah yang tertinggal….

Bagaimana dengan anda? Apa yang bisa anda ambil dari cerita di atas?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s