…. jejakku, cintaku ….

Berupaya, Tak Pernah Sia-sia

Kulihat kelelahan suamiku sekembalinya malam itu. Ini sudah bulan ketiga dia berputar hingga keluar kota dengan motor tuanya yang masih sering ngadat jika harus bepergian jarak jauh. Dia berkeliling untuk segera memulai usahanya, mencari kandang untuk usaha ternak yang sudah sejak lama diimpikannya. Aku sudah tak menghitung lagi sudah berapa kali dia cerita pemilik kandang yang ditemuinya tidak berminat untuk menyewakan atau tidak ada kesepakatan harga. Ada yang terlalu mahal, ada yang tempatnya tidak kondusif, ada yang bermasalah, ada yang pemiliknya kurang bersahabat dan entah berapa banyak alasan lainnya.

Sesekali dia melihat perutku yang semakin membuncit, dan berkata,

“Doakan Abi segera bisa memulai usaha sebelum Dedek lahir ya” lalu mencium perut dan keningku.

Tak pernah ada keluh kesah. Tak pernah ada putus asa. Tak pernah ada rasa pesimis. Akupun selalu tersenyum mendengar ceritanya, yang bagiku seperti dongeng yang sangat indah, dan kadang kutimpali,

“Gak apa-apa Bi, entar kalo langsung jadi juragan ternak, lebih perhatian sama bebeknya lagi daripada sama istri” dan sudah pasti dia akan selalu meyakinkanku bahwa tidak akan mengurangi perhatiannya padaku.

Dan Aku selalu yakin, upayanya tak akan pernah sia-sia, dan Allah akan membukakan jalan kelak pada saat yang tepat. Dan ya, setelah lebih tiga bulan Dia tak pernah lelah mencari dan menelusuri, akhirnya tanpa disangka tempat itupun diperolehnya. Dan lebih yang tidak disangka lagi, ternyata hanya berjarak kurang dari 1 km dari rumah kontrakan kami dan pemiliknyapun tidak memungut uang sewa, asal kami merawat tempat itu sebaik-baiknya. Subhanallah wallahuakbar… Alhamdulillah ya Allah…

“Gak nyangka ya Dek, jauh-jauh cari tempat sampai keluar kota, ternyata dapetnya cuman di kampung tetangga, luas dan gratis lagi” ucapan suamiku suatu kali.

Ya, itulah rahasia Allah yang selalu Maha Indah. Allah akan selalu menguji hambaNya sesuai dengan kadar keimanannya. DIA perlu tahu sejauh mana niat, tawakal dan upaya kita menjemput rizkiNya. Dan DIA lah juga yang maha menetapkan seberapa banyak rizki yang kita peroleh, dan tugas kita hanyalah menunjukkan kesabaran dan kesyukuran kita akan setiap ketetapanNya.

Maka dakwah pun seperti itu. Penolakan dari setiap orang yang kita dakwahi hanyalah skenarioNya yang Maha Indah untuk melihat sejauh mana perjuangan dan pengorbanan kita untukNya. Kelak, Allah pun akan membukakan jalan kemenangan saat penderitaan, perjuangan, pengorbanan dan upaya kita sudah dirasa cukup!

Jadi, apapun hasilnya, teruslah berupaya… karena berupaya itu… tak pernah sia-sia…

2 responses

  1. Nice posting ukh..
    Salam kenal ya. Semoga nanti proses persalinannya lancar, Aamiiin..

    Barakallahufikum..

    Juli 8, 2011 pukul 15:13

  2. ryant

    Assalamu’alikum,,

    Mohon ijin share….

    Desember 14, 2011 pukul 10:19

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s