…. jejakku, cintaku ….

Abi dan Ayah ASI

Kemarin Mawar cerita…

 

“Waktu perjalanan ke Solo aku liat ibu-ibu bawa bayi dan nangis terus. Kuperhatikan ayah si bayi hanya menggerutu dan memaksa istrinya untuk menyusui di kendaraan umum, tanpa berempati sedikitpun dengan sang istri. Aku berusaha membantu dengan menggendong si bayi sampai akhirnya terdiam. Ayah si bayi masih saja menggerutu dan seperti tidak suka aku menggendongnya. Dalam hati aku hanya bilang, amit-amit dah punya suami kayak dia..!”

 

Sebelumnya Dahlia juga cerita…

 

“Si dedek bulan-bulan awal kalo malam sering nangis terus, aku sampe kadang kerepotan. Ketika suamiku pulang aku berharap dia bisa membantuku untuk sekedar menyiapkan botol minumnya. Tapi setiap kali kubangunkan dia tetap saja bergeming, sampai aku harus melemparkan guling ke mukanya”

 

Suatu kali kusaksikan acara 8-11 show di Metro TV yang membahas Ayah ASI…

Disitu diwawancara penggagas grup Ayah ASI di facebook, yang menyampaikan bahwa suami juga harus bisa membantu istrinya dalam masa menyusui, seperti membantu merawat bayi, membantu menyiapkan MPASI, membantu meringankan tugas istri sehari-hari dan aktivitas lain yang mendukung pemberian ASI eksklusif untuk si bayi, intinya suami juga harus terlibat, tidak menyerahkan secara total untuk dilakukan semuanya oleh istri. Karena dukungan suami akan sangat membantu baik secara fisik dan psikologis bagi si istri.

 

Dan setiap kali aku memperhatikan suamiku…

 

Setiap pagi dia membantuku untuk menyiapkan air mandi untuk si kecil bahkan memandikannya, karena si kecil harus siap-siap pagi-pagi sekali untuk ikut Umminya kerja. Ya, aku membawanya ke kantor Senin-Jumat untuk menjamin mendapatkan ASI eksklusif. Setelah aku mencuci baju-baju si kecil sebelum mandi, suamiku akan dengan suka cita membantu menjemurnya, dan menyiapkan botol susunya untuk tempat ASI perahan.

 

Sore sepulang kerja, dia juga akan dengan suka cita menggendong sebentar, menyiapkan alat mandi dan memandikannya, bahkan menyempatkan untuk bercengkerama dengan si kecil hingga sering kudengar tawa lucunya. Dia selalu punya kata-kata baru untuk menghibur si kecil sepulangnya dari kantor.

 

Saat malam mulai larut, dia yang akan dengan sigap mengganti popok si kecil jika ngompol atau buang air besar, dan membiarkanku tertidur pulas. Dia hanya akan membangunkanku saat si kecil haus. Dia juga yang dengan jeli mencatat kebutuhan si kecil seperti minyak telon, celana yang sudah kekecilan, diapers, tisu, dan yang lainnya, dan aku selalu mendapati semua kebutuhan si kecil sudah dibelikannya.

 

Suatu pagi, hujan seharian tidak juga reda. Kulihat tubuh si kecil yang sore kemarin juga harus pulang dalam kondisi hujan. Aku tidak tega untuk membawanya ke kantor, karena masih belum genap tiga bulan, walaupun dia masih saja sehat dan lincah. Suamiku seperti menangkap kegelisahanku, dan menawarkan diri untuk menjaganya sehari ini, itu berarti dia rela libur dari aktivitas dagangnya sehari ini. Aku lega mendengarnya, karena si kecil bisa beristirahat di rumah dengan ayahnya yang sudah pasti akan menjaganya dengan sebaik-baiknya, karena kami memang memutuskan untuk mengasuhnya secara bersama-sama, walaupun porsi yang lebih besar tentu saja ada pada Umminya…

 

Dan Dia melakukan semua itu tanpa pernah kuminta, suatu kali kutanyakan alasannya…

Jawabnya,

“Kalo semuanya dikerjakan Ummi, pahalanya buat Ummi semua dong, kan Abi juga pengen dapat pahala yang besar kayak Ummi… lagipula biar Embak juga dekat sama Abinya” sambil memeluk si kecil dengan cengirannya yang khas.

 

Kurasa, Ayah si kecil lebih dari sekedar Ayah ASI, dan Umminya beruntung mendampinginya bukan? Semoga kelak si kecil akan tumbuh menjadi gadis yang mengerti perjuangan Abi dan Umminya… Amin

One response

  1. Dulu…
    Saya juga lek2an saat anak masih bayi…
    Tapi saya nggak pernah tau saya ini Ayah ASI apa bukan

    Februari 2, 2012 pukul 12:00

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s