…. jejakku, cintaku ….

Bahagiaku…

Daun kering itu luruh, tersapu debu. Dia kalah? Ah, bukan. Dia tahu kini saatnya pergi, dia sadar tempatnya harus tergantikan, dan dia rela harus terpinggirkan.

Dan pohon itu… akan tetap tegak tanpanya, bahkan semakin elok dengan hijaunya…

Jika kepergian itu memberi kesempatan daun-daun muda bermunculan, mengapa harus tertahan? Jika pengorbanan itu mampu mengokohkan batang dengan helaiannya yang baru, mengapa harus memaksakan diri untuk tetap tinggal?

Dan kadangkala… aku serupa daun kering itu…

Kau tahu? bahagiaku adalah ketika melihat elokmu, sekalipun aku harus berlalu…

*Pengorbanan memang indah, sekalipun terluka… terlebih untuk Allah dan RasulNya…

2 responses

  1. Rengganiz

    cinta tidak mengenal kata pengorbanan…

    November 3, 2010 pukul 17:22

  2. yang menyedihkan yang menjadi korban…

    November 4, 2010 pukul 13:58

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s