…. jejakku, cintaku ….

Pagi di Bulan Januari

Pagi di bulan Januari. Entah Januari keberapa dan sudah pagi yang keberapa aku nikmati. Saat kubuka mataku, nafas ini masih berhembus, kulit ini masih merasakan dingin, semerbak kesegarannya masih tercium, kicauan burungnya masih kudengar, dan keindahannya masih terlihat. Entah hingga Januari yang keberapa lagi aku masih bisa menikmatinya.

Pagi yang indah, masih di bulan Januari. Dan aku masih setia dengan jilbab dan kerudungku, tas punggung cokelatku, sepatu hitam no heels ku, lalu beranjak pergi dengan angkot khas kotaku. Bercengkerama dengan kondektur dan pak sopir yang tidak pernah lelah menjemput rizky Nya, berguru dengan para ibu-ibu penjual sayur yang sudah beranjak sejak pagi buta dan bertegur sapa dengan para pengajar yang siap menyebarkan ilmunya.

Ini adalah pagi di bulan Januari, dan entah Januari yang keberapa. Lagi-lagi waktuku banyak tersita untuk pekerjaan dan penghidupan, dakwahku belum segiat Rasul dan para sahabat, Taqarrub Ilallahku belum maksimal, amalku belum banyak meningkat, menuntut ilmu pun masih kurang giat, Dzikrullah belum menjadi tabiat, dan aku masih belum mau bertobat?!! Astaghfirullah….bagaimana jika di bulan Januari ini aku menghadapMu ya Allah, Ya Rahman Ya Rahiim…

Masih pagi di bulan Januari. Hukum dan aturanMu masih terabaikan, penguasa masih dijadikan Tuhan, harta, tahta, cinta dan wanita masih jadi sesembahan, keridloanMu belum menjadi tujuan, tangan-tangan setan dunia masih banyak bergentayangan, dan yang lebih menyedihkan, umatMu masih banyak yang terlalaikan. Menjadi santapan, hidangan dan jajahan para penguasa dzolim….bagai buih di lautan, begitu banyaknya…..tapi hidup tanpa izzah !!!

Ya, ini pagi di bulan Januari. Januari kesekian hidup tanpa Khalifah, pemimpin kaum muslimin. Pemimpin yang akan melindungi kami, mengayomi kami, mensejahterakan kami dan melepaskan saudara-saudara kami dari ketertindasan dan penjajahan. Pemimpin yang hanya akan berhukum dengan syariahMu, menjadikan dakwah dan jihad sebagai aktivitas utama, untuk menyebarkan rahmatNya ke seluruh alam. Rahmat untuk kaum muslimin dan non muslim, rahmat untuk hewan dan tumbuhan, rahmat untuk anak-anak, pemuda dan orang tua, rahmat untuk laki-laki dan perempuan, serta rahmat untuk daratan dan lautan. Rahmat yang akan membuat semua orang masuk ke dalam agamaMu secara berbondong-bondong, hingga mereka merasakan nikmat iman dan Islam seperti yang kami rasakan.

Bulan Januari tahun ini tak lama lagi, dan di sisa umurku ya Allah, semoga aku bisa menjadi orang-orang yang tergabung dalam pasukan pejuang syariahMu, yang akan menegakkan hukumMu melalui tangan-tangan kami, dan semoga kami bisa melihat Khilafah itu tegak dengan pertolonganMu, melihat kemuliaan kaum muslimin kembali datang seperti dahulu, menyaksikan janjiMu terpenuhi, hingga Islam masuk ke setiap rumah dan menjadi cahaya benderang penghuninya.

Semoga, sebelum Januari tahun depan datang lagi….Amin Yaa Robbal Aalamin….

.

Suatu hari Rasul pernah bersabda

Tentang Muslim dunia suatu masa

Bagai sebuah hidangan menjadilah santapan

Dalam suatu sajian musuh jahanam

Bukan karena jumlah sebab muslimin melimpah

Tapi langkahnya tak terarah

Bagai buih di lautan

Allah tlah cabut rasa gentar dari musuh

Sebab hambaNya terjangkit suatu penyakit Wahn

Penyakit cinta dunia lalaikan kematian

Terlena nikmat fana fatamorgana

(Wahn by NUANSA)

.

*ya ALLAH, berkahilah sisa umurku … yang sudah kulewati kesekian di Januari ini

Iklan

One response

  1. wah, tulisannya bagus sekali,,
    aq suka dengan pemandangan di atas,,

    salam hangat di awal tahun,, ^__^

    Januari 2, 2011 pukul 11:25

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s