…. jejakku, cintaku ….

Menjadi Tinggi, karena Merendah pada yang Tertinggi

Begitu banyak orang berilmu di dunia ini, mengerti tentang halal haram, memahami dengan baik tentang yang haq dan yang batil, mengetahui tentang benar dan salah. Tapi alangkah menyedihkan, ketika semua itu hanya untuk mendapatkan penghargaan dari manusia. Jika menurut manusia itu tidak sesuai dengan keinginan, maka dia akan memilih menyampaikan apapun yang tidak membuat manusia murka. Mereka takut menyampaikan kebenaran, jika membuat penguasa mengintimidasi, jika membuat orang-orang menjauhi, jika membuat para petinggi tak menyukai, dan terlebih, jika membuat jabatan terancam mati.

 

Aku lalu teringat Baginda Rasul, menyampaikan Islam tak peduli dicaci seluruh Quraisy Makkah, memperjuangkan syariah tak peduli hanya sedikit yang mengikuti, menyampaikan misi dakwah tak peduli diintimidasi, di caci maki bahkan diancam mati. Tidak pernah mempedulikan keinginan Quraisy Makkah yang menawarkan jabatan, wanita dan kedudukan… asalkan mau meninggalkan dakwah.

 

Allah Maha Tahu apa yang paling kita inginkan dari dakwah ini, apakah pujian manusia, kenyamanan dunia ataukah mengharap ridloNya semata. Bahwa DIA Maha Tahu, apa yang sesungguhnya kita perjuangkan, apakah hukumNYA ataukah hukum buatan manusia yang “TAK ADA APA-APANYA!” . Allah Maha Tahu siapa yang paling layak mendapat sematan “teroris” dan tudingan miring lainnya, dan Allah Maha Melihat, siapa yang sungguh-sungguh menginginkan kebaikan untuk umat, dan siapa yang mengatasnamakan umat untuk kebaikannya.

 

Ya, kita tidak akan menjadi rendah, sekalipun direndahkan manusia. Kita pun belum tentu menjadi tinggi, sekalipun mendapat ribuan pujian di muka bumi. Kita menjadi tinggi, jika dan hanya jika, merendah pada yang tertinggi, ALLAHU RABBI…

 

Memperjuangkan syariahNYA, menjadi pasukanNYA, dan menolong agamaNYA, semata-mata tahu… bahwa kita adalah hamba, yang tak lain dan tak bukan, hanya beribadah dan menghamba kepadaNYA… dan hanya melaksanakan segala aturanNYA…

 

Maka… untuk apa pusing dengan penilaian manusia… melajulah, selama itu untuk menujuNYA… selama itu tak bertentangan dengan syariahNYA… dan selama itu untuk kebaikan umat manusia….

 

*Saudariku… langkah kita memang berat, dan perjuangan ini tak menjanjikan apapun, kecuali jannahNYA… amin ya Rabb…

One response

  1. Laki-laki Biasa

    Maka… untuk apa pusing dengan penilaian manusia… melajulah, selama itu untuk menujuNYA… selama itu tak bertentangan dengan syariahNYA… dan selama itu untuk kebaikan umat manusia…

    Like this!🙂

    Desember 17, 2010 pukul 13:49

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s