…. jejakku, cintaku ….

Senandung Cinta Mamak

Aku tidak ingat bagaimana dulu aku dilahirkan, bagaimana tali pusar yang melilit bisa terlepas dari leherku, bagaimana kerasnya usaha mamak mengeluarkanku dari rahimnya, bagaimana aku menyuarakan tangisan pertamaku, dan seperti apa rasanya ASI itu, yang selalu mamak berikan setiap aku merengek memintanya. Setiap kutanyakan mamak hanya bilang ”dulu nangisnya kenceng…oe…oe..gitu, kok bisa yo ada di perut mamak”, dan aku selalu tersenyum dibuatnya.

Aku selalu ingat begitu manjanya diriku saat kecil. Selalu nangis kalo sekolah gak ditungguin, selalu ngamuk kalo ditinggal tanpa bilang-bilang, dan selalu merengek kalo minta sesuatu. Selalu tak peduli tatkala mamak lelah, tak mau ngerti tatkala ingin istirahat dan selalu berpikir ”Pokoknya kemauanku harus dituruti saat ini juga!!!”. hmmm…parah ya….

Aku juga ingat dulu paling takut sama angin kencang dan petir. Jika gemuruh bunyinya kudengar, aku bergegas memeluk mamak dan merangsek disampingnya. Lalu mamak akan menenangkanku, dan aku selalu berpikir jika ada di dekat mamak, petir itu akan segera pergi dan menghilang. Hingga akhirnya aku tertidur pulas.

Dan yang lebih kuingat lagi tangisanku yang kuenceng dan luamma jika kemauanku tak dituruti, terdengar hingga ke tetangga dalam radius sekian meter jauhnya. Dan dengan suara sekencang itu, aku yakin tak akan pernah membuat mamak bisa beristirahat, dan merasa tak tenang telah membuat anaknya ini menangis. Dan itu semua tak bisa membuatku lupa!!!.

Sekarang, aku masih merasa menjadi bebannya, aku merasa belum bisa membuatnya bahagia, aku masih sering merepotkannya, aku masih suka acuh dengan keinginannya, masih saja membuatnya sibuk dengan kebutuhanku, masih seperti gadis kecil rasanya…..walaupun usiaku sudah lebih seperempat abad

Setiap kepulanganku, selalu saja makanan dan teh hangat disiapkan untuk menyambutku, ciuman sayang yang selalu ingin dia berikan sejak pagi hingga malam, kegelisahan setiap melihat tubuhku yang masih saja kurus, tak pernah mau melihatku mencuci baju-bajuku, dan kecemburuannya setiap melihatku lebih asik dengan teman-temanku. Mamak tak pernah bilang apa keinginannya, selain hanya ingin melihatku selalu ada disampingnya, ingin melihatku segera pulang ke rumah, ingin melihatku menyantap masakannya, ingin melihatku menyerahkan baju-baju kotorku, ingin melihatku selalu baik-baik saja dan tak pernah ingin melihatku pergi terlalu lama, apalagi meninggalkannya……

Aku memang belum mengerti betul apa keinginannya, yang kutahu setiap yang dilakukannya adalah senandung cintanya untukku……dan aku belum bisa melagukan senandung cinta yang sama untuk mamak, tapi aku selalu berharap, Allah memberikan balasan terindah untuk setiap senandung cinta yang mamak lagukan untukku….

Dan setiap menatapnya, aku selalu mendengar senandung cinta itu….begitu lembut dan merdu….

One response

  1. Ping-balik: Motivator Sejati | jejak cinta Qousa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s