…. jejakku, cintaku ….

Saat Satu Pintu Tertutup, Pintu Lain pun Terbuka

Tak pernah terbayang di benak keluarga saya, salah satu dari enam anak bapak terlibat permainan uang dari lempar gadai mobil hingga terlilit hutang yang luar biasa besarnya. Hingga total hutangnya melebihi seluruh aset yang kami miliki, 2 rumah dan sebidang tanah. Mungkin ini ibarat mendapat durian runtuh, tiba-tiba kami harus merelakan seluruh aset untuk pergi tak bersisa. Dan sungguh, tak pernah sekalipun terbayang di benak saya, seluruh aset keluarga benar-benar habis dengan begitu mudahnya!
.

Tapi sekali lagi, Allah memang Maha Berkehendak. Dan pilihan kami hanya satu, IKHLAS! Bukankah menghilangkan seluruh bumi seisinya adalah juga mudah bagi Allah? Lalu mengapa kita musti ngeyel untuk mempertahankan sesuatu yang memang diambil oleh Pemilik Sejatinya?
.

Tapi juga bukan Allah, jika Ia tidak Maha Penyayang. Allah tak akan pernah membiarkan hambaNya telantar. Saat Ia menutup satu pintu, yakinlah ada banyak pintu siap dibukakannya, kita hanya perlu satu kata, SABAR!
.

Satu per satu pintu itupun akhirnya terbuka. Adik akhirnya diangkat menjadi pegawai tetap di tempatnya bekerja setelah menunggu hampir dua tahun lamanya. Kakak pertama akhirnya mendapat kesempatan untuk memiliki kantin sendiri, dan tak lagi menjadi juru masak untuk orang lain. Dan saya, Alhamdulillah mendapat rejeki untuk menempati rumah kontrakan yang cukup besar dengan sewa yang luar biasa murahnya, dan Alhamdulillah lagi, suami sudah mendapatkan pekerjaan yang benar-benar dinikmatinya dengan pendapatan yang membuatnya bisa menyisihkan sedikit demi sedikit untuk kelak kami membeli rumah sendiri… insyaAllah….
.

Dan kami akan terus bersabar, hingga Allah membuka sudut-sudut pintu yang lain, dan tentu saja tanpa melewatkan kata yang lain, SYUKUR!
.

Subhanallah… Walhamdulillah… Allahuakbar !

One response

  1. benar banget mbak, kita hanya perlu satu kata SABAR
    dan selalu ingat firman Allah yg selalu menjadi motivasi bagi saya🙂
    la’in syakartum la azidannakum wa la in kafartum inna adzaabi lasyadid

    November 11, 2014 pukul 10:32

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s